Jayapura: Mutiara di Ujung Timur Indonesia, Mengungkap Kisah Sejarah yang Memukau

Jayapura: Mutiara di Ujung Timur Indonesia

Bayangkan sebuah kota di ujung timur Indonesia, di mana mentari pagi pertama kali menyapa Nusantara. Dikelilingi lautan biru yang memesona dan pegunungan hijau yang menjulang tinggi, Jayapura menyimpan sejuta kisah yang menunggu untuk diungkap. 1 Lebih dari sekadar ibu kota Provinsi Papua, Jayapura adalah jendela untuk menilik perjalanan panjang sejarah, dari masa penjelajahan hingga era modern. Kota ini, yang pernah dijuluki “Hongkong Indonesia” karena perkembangannya yang pesat2 menyimpan jejak peradaban yang beragam dan menarik untuk ditelusuri.

Artikel ini akan membawa Anda menyelami lembaran-lembaran sejarah, menelusuri jejak-jejak peradaban yang membentuk identitas Jayapura. Kita akan mengungkap asal-usul kota ini, menyingkap pengaruh kekuatan asing, dan menyaksikan transformasinya hingga menjadi kota metropolitan yang kita kenal sekarang. Siapkan diri Anda untuk terpesona oleh keunikan dan kekayaan sejarah Jayapura, mutiara di ujung timur Indonesia!

Asal-Usul: Dari “Numbay” hingga “Hollandia”

Jauh sebelum dikenal dunia dengan nama Jayapura, tanah ini telah disinggahi oleh penjelajah dari berbagai belahan dunia. Pada tahun 1545, seorang penjelajah Spanyol bernama Ynico Ortiz de Retez tiba di muara Sungai Mamberamo2. Terpesona oleh kemiripan penduduk asli Papua dengan penduduk pesisir Guinea di Afrika Barat, ia menamai pulau ini “Nueva Guinea”. 2

Namun, jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa, wilayah yang kini menjadi Kota Jayapura dikenal dengan nama “Numbay”. 4 Nama ini berasal dari kata “Nau O Bwai” dalam Bahasa Kayo Pulau, yang berarti “airnya sangat jernih”, merujuk pada sungai Numbay dan sungai Anafri yang bermuara di teluk Jayapura5.

Pada tahun 1827, penjelajah Prancis Dumont d’Urville berlabuh di Teluk Humboldt, yang kini dikenal sebagai Teluk Yos Sudarso6. Kunjungan ini menandai awal intensifikasi penjelajahan orang Eropa ke wilayah ini. Tidak hanya penjelajah, para misionaris pun mulai berdatangan ke daerah Sentani dan sekitarnya, menyebarkan agama Kristen dan berinteraksi dengan masyarakat lokal6.

Pemerintah Kolonial Belanda menaruh minat pada kekayaan alam Papua, dan pada tahun 1904, mereka menempatkan seorang petugas di Teluk Humboldt untuk melakukan pengawasan7. Kemudian, pada tahun 1910, Kapten Infanteri F.J.P. Sachse dari Kerajaan Belanda mendirikan sebuah pos militer di teluk yang kini menjadi pusat Kota Jayapura3. Terinspirasi oleh garis pantai yang berlekuk-lekuk, mirip dengan geografi negeri Belanda, ia menamai kota ini “Hollandia”4. Nama “Hollandia” pun melekat selama lebih dari setengah abad, menandai awal periode kolonialisme di Jayapura.

Masa Perang Dunia II: Sekutu vs Jepang di Tanah Papua

Pecahnya Perang Dunia II membawa perubahan drastis bagi Hollandia. Pada tahun 1942, Jepang merebut kota ini dari Belanda dan menjadikan Hollandia sebagai basis pertahanan mereka8. Namun, kekuasaan Jepang tidak berlangsung lama.

Pada tahun 1944, pasukan Sekutu, dalam upaya mereka untuk merebut kembali kawasan Pasifik dari Jepang, mendarat di Hollandia6. Pendaratan amfibi ini menandai pertempuran hebat antara Sekutu dan Jepang di tanah Papua. Sekutu akhirnya berhasil merebut kembali kota ini dan menjadikan Hollandia sebagai salah satu markas militer terbesar di Pasifik Barat Daya6.

Lebih dari 20 pangkalan Amerika Serikat didirikan di Hollandia, dan sekitar setengah juta personel AS bergerak melalui daerah ini5. Sekutu membangun berbagai fasilitas militer, termasuk sembilan galangan kapal (dock), rumah sakit, gudang, toko, dan bahkan tempat hiburan di kota ini6. Pembangunan yang dilakukan oleh Sekutu ini berdampak besar pada perkembangan kota Hollandia, mengubahnya dari sebuah kampung yang sunyi menjadi sebuah kota yang ramai dengan aktivitas militer3.

Jejak-jejak kehadiran Sekutu masih dapat ditemukan hingga kini, baik dalam bentuk bangunan maupun nama tempat. Bangunan tinggal berupa rumah bulat dapat ditemukan di Ifar Gunung, Abepura, APO, dan Sentani. 6 Selain itu, ada juga bangunan rumah sakit di Dok II dan tangki minyak di Depare. 6 Nama-nama tempat seperti Base G, Sky Land, APO, Hawai, Entrop, dan Dok I sampai IX juga merupakan peninggalan bersejarah dari masa perang6.

Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi: Dari “Hollandia” ke “Jayapura”

Setelah Perang Dunia II berakhir, Belanda kembali menguasai Hollandia. Namun, semangat kemerdekaan Indonesia yang berkobar juga mencapai tanah Papua. Setelah melalui perjuangan diplomatik yang panjang, akhirnya pada tahun 1963, Irian Barat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi5.

Sebelum diserahkan kepada Indonesia, Belanda menyerahkan kekuasaan atas Irian Barat kepada UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority)6. Lembaga ini bertugas untuk menyelenggarakan pemerintahan sementara di Irian Barat sebelum akhirnya diserahkan kepada Indonesia.

Seiring dengan kembalinya Irian Barat ke Indonesia, nama “Hollandia” diganti menjadi “Kota Baru”6. Kemudian, pada masa Orde Lama, nama kota ini diubah lagi menjadi “Soekarnopura”6. Perubahan nama ini mencerminkan perubahan politik dan ideologi yang terjadi di Indonesia pada masa itu9. Akhirnya, pada masa Orde Baru, Presiden Soeharto memberikan nama “Jayapura” yang berarti “kota kemenangan”6. Nama Jayapura diresmikan pada tanggal 14 September 19795.

Perubahan nama dari Hollandia menjadi Jayapura tidak hanya sekadar pergantian sebutan, tetapi juga menandai babak baru dalam sejarah Jayapura dan identitasnya sebagai bagian dari Indonesia. Kota ini mulai berkembang pesat, baik dalam bidang pemerintahan, ekonomi, maupun sosial budaya. Jayapura menjadi pusat pemerintahan Provinsi Papua dan berperan penting dalam menghubungkan Indonesia dengan negara-negara Pasifik.

Geografi dan Pemanfaatan Lahan

Kota Jayapura memiliki luas wilayah 94.000 hektar, dan sebagian besar wilayahnya didominasi oleh kawasan terbuka berupa hutan sekunder sampai primer11. Kawasan terbuka ini meliputi fungsi lindung dan fungsi budidaya. Letak geografis Jayapura yang berada di pesisir teluk dan dikelilingi pegunungan memberikan keunikan tersendiri bagi kota ini5. Kondisi geografis ini mempengaruhi pola permukiman, mata pencaharian, dan interaksi masyarakat Jayapura dengan lingkungan sekitarnya.

Administrasi dan Pemerintahan

Secara administratif, Kota Jayapura terdiri dari 5 distrik, 25 kelurahan, dan 14 kampung5. Kelima distrik tersebut adalah Distrik Jayapura Utara, Distrik Jayapura Selatan, Distrik Abepura, Distrik Heram, dan Distrik Muara Tami. Sistem pemerintahan di Jayapura mengikuti sistem pemerintahan daerah di Indonesia, dengan walikota sebagai kepala daerah dan DPRD sebagai lembaga legislatif.

Jayapura Masa Kini: Kota Modern dengan Kearifan Lokal

Kini, Jayapura telah bertransformasi menjadi sebuah kota modern dengan berbagai fasilitas dan infrastruktur yang memadai. Gedung-gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, dan universitas berdiri megah di kota ini. Namun, di balik kemajuan dan modernisasi, Jayapura tetap menjaga kearifan lokal dan budaya aslinya.

Salah satu contohnya adalah keberadaan Kampung Tabi yang merupakan pemukiman asli suku Tabi5. Di kampung ini, Anda dapat menyaksikan rumah-rumah tradisional Honai dan menyaksikan kehidupan masyarakat Tabi yang masih kental dengan adat istiadat. Kampung Tabi juga merupakan salah satu asal-usul nama “Numbay”, yang berarti “matahari terbit” dalam bahasa lokal5.

Jayapura adalah sebuah kota yang multikultural, di mana berbagai etnis, agama, budaya, bahasa, maupun tingkat pendidikan turut mewarnai kehidupan kota9. Keberagaman ini menjadikan Jayapura sebuah kota yang dinamis dan penuh warna. Pemerintah Kota Jayapura mengusung slogan “Beriman” yang merupakan singkatan dari “Bersih, Beriman, Indah, Aman, dan Nyaman”9. Slogan ini mencerminkan visi pemerintah untuk mewujudkan Jayapura sebagai kota yang nyaman dan harmonis bagi semua warganya.

Selain itu, Jayapura juga memiliki berbagai destinasi wisata alam yang menakjubkan, seperti Teluk Yotefa, Danau Sentani, dan Bukit Jayapura City View. Keindahan alam Jayapura menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. 4 Tidak hanya wisata alam, Jayapura juga memiliki potensi di sektor pertanian dan sumber daya alam4.

Olahraga, khususnya sepak bola, juga memainkan peran penting dalam membentuk identitas Jayapura. Klub sepak bola Persipura Jayapura merupakan salah satu klub tersukses di Indonesia dan memiliki basis pendukung yang fanatik di Jayapura9. Keberhasilan Persipura telah membawa nama Jayapura ke kancah nasional dan bahkan internasional.

Refleksi: Memaknai Sejarah Jayapura

Perjalanan sejarah Jayapura mengajarkan kita tentang dinamika perubahan, pengaruh kekuatan asing, dan semangat untuk bangkit. Dari sebuah kampung kecil di tepi teluk, Jayapura telah berkembang menjadi sebuah kota metropolitan yang modern. Namun, di balik kemajuan tersebut, Jayapura tetap menjaga jati diri dan kearifan lokalnya.

Bagaimana sejarah Jayapura mempengaruhi kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat saat ini? 9 Pengaruh kolonialisme dan perang dunia, misalnya, masih dapat dirasakan hingga saat ini, baik dalam aspek infrastruktur, sosial, maupun budaya. 3 Di sisi lain, kembalinya Jayapura ke pangkuan Indonesia telah membuka peluang bagi perkembangan dan kemajuan kota ini.

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari sejarah Jayapura dalam konteks pembangunan daerah dan persatuan bangsa? 10 Sejarah Jayapura menunjukkan pentingnya menjaga keharmonisan antar berbagai etnis dan budaya yang ada di Indonesia. Selain itu, sejarah Jayapura juga mengajarkan kita untuk selalu bangkit dari keterpurukan dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Bagaimana cara kita melestarikan warisan sejarah Jayapura agar tetap lestari dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang? 4 Pelestarian situs bersejarah, peninggalan budaya, dan cerita-cerita rakyat merupakan langkah penting untuk menjaga ingatan kolektif tentang sejarah Jayapura.

Kesimpulan: Jayapura, Kota Penuh Potensi di Ujung Timur Indonesia

Jayapura adalah sebuah kota yang memiliki sejarah panjang dan kaya. Dari masa penjelajahan, kolonialisme, perang dunia, hingga era kemerdekaan, Jayapura telah mengalami berbagai perubahan dan transformasi. Kini, Jayapura menjadi sebuah kota modern yang penuh potensi, baik dalam bidang pemerintahan, ekonomi, maupun sosial budaya. Jayapura tidak hanya menjadi gerbang awal petualangan di bumi timur Papua, tetapi juga menjadi salah satu kota penting di Indonesia. 1

Sejarah Jayapura mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kearifan lokal di tengah kemajuan dan modernisasi. Jayapura juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar dan kuat, mampu bangkit dari berbagai tantangan dan cobaan.

Mari kita bersama-sama mewujudkan Jayapura sebagai sebuah kota yang maju, sejahtera, dan harmonis, serta tetap menjaga kearifan lokal dan budaya aslinya. Mari kita jelajahi keindahan alam dan budaya Jayapura, serta berkontribusi dalam pembangunan kota ini agar semakin berkembang dan maju.

Works cited

1. Jayapura: Gerbang Awal Semua Petualangan di Bumi Timur Papua – Indonesia Kaya, accessed March 12, 2025, https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/jayapura-gerbang-awal-semua-petualangan-di-bumi-timur-papua/

2. SEJARAH KOTA JAYAPURA: Dikenang sebagai Hollandia, Terkenal sebagai Hongkong Indonesia – Cepos Online, accessed March 12, 2025,

3. Pace, Mace, Ini Sejarah Kota Jayapura yang Pernah Bernama Hollandia – Halaman all, accessed March 12, 2025,

4. Sejarah Singkat Kota Jayapura | PDF | Teknologi & Rekayasa – Scribd, accessed March 12, 2025, https://id.scribd.com/doc/313277610/Sejarah-Singkat-Kota-Jayapura

5. Kota Jayapura – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, accessed March 12, 2025, https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Jayapura

6. Sejarah Kota Jayapura Papua | BWCF, accessed March 12, 2025, https://borobudurwriters.id/catatan-arkeolog-hari-suroto-tentang-papua/sejarah-kota-jayapura-papua/

7. SE.TARAH SOSIAL DAERAH IRIAN JA YA DARI·HOLLANDIA KE KOTABARU ( 1910 – 1963) – Repositori Kemdikbud, accessed March 12, 2025, https://repositori.kemdikbud.go.id/13215/1/SEJARAH%20SOSIAL%20DAERAH%20IRIAN%20JAYA%20DARI%20HOLLANDIA%20KE%20KOTABARU-1910-1963.pdf

8. Sejarah Kota Jayapura, Ibu Kota Papua, Kota yang Pernah Bernama Hollandia Halaman all – Kompas.com, accessed March 12, 2025, https://regional.kompas.com/read/2022/02/08/105214078/sejarah-kota-jayapura-ibu-kota-papua-kota-yang-pernah-bernama-hollandia?page=all

9. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1. Latar belakang arti penting obyek/kasus studi Nama Hollandia, bagi sebagian orang yang, accessed March 12, 2025, http://e-journal.uajy.ac.id/8025/2/MTA109019.pdf

10. Profil dan Sejarah Kabupaten Jayapura Papua Halaman all – Kompas.com, accessed March 12, 2025, https://regional.kompas.com/read/2021/10/02/064600478/profil-dan-sejarah-kabupaten-jayapura-papua?page=all

11. Bahasa – Pemerintah Provinsi Papua, accessed March 12, 2025, https://papua.go.id/view-detail-page-204/undefined

12. J-Abdimas Cenderawasih Identifikasi Situs-Situs Peninggalan Belanda di Kota Tua Abepura, accessed March 12, 2025, https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JAC/article/download/3884/2748

Dukung Kreator!

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, Anda bisa memberikan dukungan melalui Saweria.

Klik di sini untuk Donasi via Saweria (OVO, GoPay, Dana, QRIS, dll)

Setiap dukungan Anda sangat berarti. Terima kasih!

Leave a Comment

Scroll to Top